SINKRONISASI
PROSES
PADA
SISTEM OPERASI

DISUSUN
OLEH :
NAMA : HERLIN AGUSTINA
NPM : 20312061
PROGRAM STUDI : INFORMATIKA
UNIVERSITAS
TEKNOKRAT INDONESIA
TAHUN
AKADEMIK 2020/2021
KATA PENGANTAR
Bandar Lampung,
31 Maret 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR...................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1
1.1
Latar Belakang........................................................................................................1
1.2
Rumusan Masalah...................................................................................................1
1.3
Tujuan.....................................................................................................................1
BAB
II PEMBAHASAN............................................................................................2
2.1 Pengertian
Sinkronisasi.........................................................................................2
2.2 Tujuan
Sinkronisasi...............................................................................................2
2.3 Masalah dalam Sinkronisasi Beserta
Solusinya....................................................2
BAB III PENUTUP....................................................................................................8
3.1
Kesimpulan............................................................................................................8
3.2 Saran…………………………………………………………………………......8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
Sinkornisasi di perlukan untuk menghindari terjadinya ketidak konsistenan data akibat adanya akses secara konkuren. Proses-Proses tersebut disebut konkuren jika Proses itu ada dan berjalan pada waktu yang bersamaan. Istilah Sinkronisasi sering terdengar ketika kita menggunakan alat elektronik. Sinkronisasi sendiri berasal dari bagian sistem operasi.
Sistem operasi adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web.Jadi, agar sinkronisasi bisa berjalan, sangat di butuhkan yang namanya sistem operasi. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa di sadari, kita sering melakukan sinkronisasi dalam berbagai hal. Mulai pada saat menggunakan smartphone, komputer dan lain sebagainya.
Sinkronisasi adalah proses pengaturan jalannya beberapa proses pada saat yang bersamaan. Tujuan utama sinkronisasi adalah menghindari terjadinya inkonsistensi data karena pengaksesan oleh beberapa proses yang berbeda (mutual exclusion) serta untuk mengatur urutan jalannya proses-proses sehingga dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari deadlockatau starvation. Sinkronisasi umumnya dilakukan dengan bantuan perangkat sinkronisasi. Dalam bab ini akan dibahas beberapa perangkat sinkronisasi, yaitu : TestAndSet(), Semafor, dan Monitor.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari Sinkronisasi ?
2. Apa Tujuan Sinkronisasi ?
3. Apa saja masalah Sinkronisasi dan solusinya ?
1.3 TUJUAN
2. Mengetahui tujuan Sinkronisasi
3. Mengetahui Masalah dalam Sinkronisasi dan Solusinya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SINKRONISASI
Sinkronisasi adalah suatu proses dimana proses tersebut saling bersamaan dan salingberbagi data bersama yang mengakibatkan race condition atau lebih dikenal dengan inkonsistensidata atau suatu proses pengaturan jalannya beberapa proses pada waktu yang bersamaan untukmenyamakan waktu dan data supaya tidak terjadi inconsitensi (ketidak konsistenan) data akibatadanya akses data secara konkuren agar hasilnya bagus dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Sinkronisasi merupakan suatu proses pengaturan jalannya beberapa proses pada waktu yang bersamaan untuk menyamakan waktu dan data supaya tidak terjadi inconsitensi (ketidak konsistenan) data akibat adanya akses data secara konkuren agar hasilnya bagus dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Disini sinkronisasi diperlukan agar data tersebut tetap konsisten.
Shared memory merupakan solusi ke masalah bounded-butter yang mengijinkan
paling banyak n-1 materi dalam buffer pada waktu yang sama. Suatu solusi, jika
semua N buffer digunakan tidaklah sederhana. Dimisalkan kita memodifikasi
producer-consumer code dengan menambahkan suatu variable counter, dimulai dari
0 dan masing-masing waktu tambahan dari suatu item baru diberikan kepada
buffer. Sinkronisasi merupakan “issue” penting dalam rancangan/implementasi OS
(shared resources, data, dan multitasking).
2.2 TUJUAN SINKRONISASI
Tujuan dari sinkronisasi itu sendiri ialah untuk menghindari terjadinya
inkonsitensi data karena pengaksesan oleh beberapa proses yang berbeda serta
untuk mengatur urutan jalannya proses-proses sehingga dapat berjalan dengan
baik dan sesuai apa yang di harapkan.
2.3 MASALAH DALAM SINKRONISASI BESERTA SOLUSINYA
1. Race Condition
Race Condition adalah
situasi di mana beberapa proses mengakses dan memanipulasi data bersama pada
saat besamaan. Nilai akhir dari data bersama tersebut tergantung pada proses
yang terakhir selesai. Untuk mencegah race condition, proses-proses yang
berjalan besamaan harus di disinkronisasi. Dalam beberapa sistem operasi,
proses-proses yang berjalan bersamaan mungkin untuk membagi beberapa
penyimpanan umum, masing-masing dapat melakukan proses baca (read) dan proses
tulis (write). Penyimpanan bersama (shared storage) mungkin berada di memori
utama atau berupa sebuah berkas bersama, lokasi dari memori bersama tidak
merubah kealamian dari komunikasi atau masalah yang muncul. Untuk mengetahui
bagaimana komunikasi antar proses bekerja, mari kita simak sebuah contoh
sederhana, sebuah print spooler. Ketika sebuah proses ingin mencetak sebuah
berkas, proses tersebut memasukkan nama berkas ke dalam sebuah spooler
direktori yang khusus. Proses yang lain, printer daemon, secara periodik
memeriksa untuk mengetahui jika ada banyak berkas yang akan dicetak, dan jika
ada berkas yang sudah dicetak dihilangkan nama berkasnya dari direktori.
2. Critical Section
Kunci untuk mencegah
masalah ini dan di situasi yang lain yang melibatkan shared memori, shared
berkas, and shared sumber daya yang lain adalah menemukan beberapa jalan untuk
mencegah lebih dari satu proses untuk melakukan proses writing dan reading
kepada shared data pada saat yang sama. Dengan kata lain kita memutuhkan mutual
exclusion, sebuah jalan yang menjamin jika sebuah proses sedang menggunakan
shared berkas, proses lain dikeluarkan dari pekerjaan yang sama. Kesulitan yang
terjadi karena proses 2 mulai menggunakan variabel bersama sebelum proses 1
menyelesaikan tugasnya.
Masalah menghindari race
conditions dapat juga diformulasikan secara abstrak. Bagian dari waktu, sebuah
proses sedang sibuk melakukan perhitungan internal dan hal lain yang tidak
menggiring ke kondisi race conditions. Bagaimana pun setiap kali sebuah proses
mengakses shared memory atau shared berkas atau melakukan sesuatu yang kritis
akan menggiring kepada race conditions. Bagian dari program dimana shaed memory
diakses disebut Critical Section atau Critical Region. Walau pun dapat mencegah
race conditions, tapi tidak cukup untuk melakukan kerjasama antar proses secara
pararel dengan baik dan efisien dalam menggunakan shared data. Kita butuh 4
kondisi agar menghasilkan solusi yang baik:
• Tidak ada dua proses secara bersamaan masuk ke dalam citical section.
• Tidak ada asumsi mengenai kecepatan atau jumlah cpu.
• Tidak ada proses yang berjalan di luar critical secion yang dapat mengeblok
proses lain.
• Tidak ada proses yang menunggu selamamya untuk masuk critical section.
Critical Section adalah sebuah segmen kode di mana sebuah proses yang mana
sumber daya bersama diakses. Terdiri dari:
1) Entry Section: kode yang digunakan untuk masuk ke dalam critical
section
2) Critical Section: Kode di mana hanya ada satu proses yang dapat
dieksekusi pada satu waktu
3) Exit Section: akhir dari critical section, mengizinkan proses lain
4) Remainder Section: kode istirahat setelah masuk ke critical section.
3. Solusi ke Masalah Critical-Section
Ada bebrapa Solusi untuk mengatasi masalah Critical Section, yaitu:
• Mutual exclution
Jika proses pi sedang mengeksekusi critical section-nya maka tidak ada proses
lain yang dapat mengeksekusi dalam critical section mereka.
• Progress
Jika tidak ada proses yang sedang dieksekusi dalam critical section dan
ada beberapa proses yang ingin masuk ke critical section mereka, maka pemilihan
proses yang akan masuk ke critical section berikutnya tidak bias ditunda.
• Bounded Waiting
Suatu keterikatan harus ada pada sejumlah proses yang diijinkan masuk ke
critical section mereka, setelah adanya proses yang meminta masuk ke critical
section dan sebelum permintaan itu diterima.
a. Asumsikan bahwa tiap proses mengeksekusi pada nonzero speed.
b. Tidak ada asumsi mengenai kecepatan relative dan n proses.
Cara-cara memecahkan
masalah
• Hanya dua proses, Po dan P1
• Struktur umum dari proses adalah Pi (proses lain Pj)
4. Bakery Algorithm
Critical section untuk n proses:
a). Sebelum memasuki critical Section-nya, proses menerima nomor pemilik nomor
terkecil memasuki critical section.
b). Jika proses Pi dan Pj menerima nomor yang sama, jika i < j, maka Pi
dilayani duluan, lainnya Pj dilayani duluan (if i< j, then Pi is served
first; else Pj is served first).
c). Skema penomoran selalu menghasilkan angka –angka yang disebutkan satu per
satu, yaitu 1,2,3,3,3,3,4,5….
5. Semaphore
Semaphore adalah pendekatan yang diajukan oleh Djikstra, dengan prinsip
bahwa dua proses atau lebih dapat bekerja sama dengan menggunakan
penanda-penanda sederhana. Seperti proses dapat dipaksa berhenti pada suatu
saat, sampai proses mendapatkan penanda tertentu itu. Sembarang kebutuhan
koordinasi kompleks dapat dipenuhi dengan struktur penanda yang cocok untuk kebutuhan
itu.Variabel khusus untuk penanda ini disebut semaphore.
Semaphore mempunyai dua sifat, yaitu:
a. Semaphore dapat diinisialisasi dengan nilai non-negatif.
b. Terdapat dua operasi terhadap semaphore, yaitu Down dan Up. Usulan asli yang
disampaikan Djikstra adalah operasi P dan V.
• Operasi Down
Operasi ini menurunkan nilai semaphore, jika nilai semaphore menjadi
non-positif maka proses yang mengeksekusinya diblocked. Operasi Down adalah
atomic, tidak dapat diinterupsi sebelum diselesaikan. Menurunkan nilai,
memeriksa nilai, menempatkan proses pada antrian dan memblocked sebagai
instruksi tunggal. Sejak dimulai, tidak ada proses lain yang dapat mengakses
semaphore sampai operasi selesai atau diblocked.
• Operasi Up
Operasi Up menaikkan nilai semaphore. Jika satu proses atau lebih diblocked
pada semaphore itu tidak dapat menyelesaikan operasi Down, maka salah satu
dipilih oleh system dan menyelesaikan operasi Down-nya. Urutan proses yang
dipilih tidak ditentukan oleh Djikstra, dapat dipilih secara acak. Adanya
semaphore mempermudah persoalan mutual exclusion. Skema penyelesaian mutual
exclusion mempunyai bagian sebagai berikut:
Sebelum masuk critical section, proses melakukan Down. Bila berhasil maka
proses masuk ke critical section. Bila tidak berhasil maka proses di-blocked
atas semaphore itu. Proses yang diblocked akan dapat melanjutkan kembali bila
proses yang ada di critical section keluar dan melakukan opersai up sehingga
menjadikan proses yang diblocked ready dan melanjutkan sehingga opersi Down-nya
berhasil.
6. Problem Klasik pada
Sinkronisasi
Ada tiga hal yang selalu menjadi masalah pada proses sinkronisasi:
a. Problem Bounded buffer.
b. Problem Reades and Writer.
c. Problem Dining Philosophers.
7. Monitors
Solusi sinkronisasi ini dikemukakan oleh Hoare pada tahun 1974. Monitor
adalah kumpulan prosedur, variabel dan struktur data di satu modul atau paket
khusus. Proses dapat memanggil prosedur-prosedur kapan pun diinginkan. Tapi
proses tidak dapat mengakses struktur data internal dalam monitor secara
langsung. Hanya lewat prosedur-prosedur yang dideklarasikan minitor untuk
mengakses struktur internal.
Properti-properti monitor adalah sebagai berikut:
a. Variabel-variabel data lokal, hanya dapat diakses oleh prosedur-prosedur
dalam monitor dan tidak oleh prosedur di luar monitor.
b. Hanya satu proses yang dapat aktif di monitor pada satu saat. Kompilator harus mengimplementasi ini(mutual exclusion).
c. Terdapat cara agar proses yang tidak dapat berlangsung di-blocked. Menambahkan variabel-variabel kondisi, dengan dua operasi, yaitu Wait dan Signal.
d. Wait: Ketika prosedur monitor tidak dapat berkanjut (misal producer menemui buffer penuh) menyebabkan proses pemanggil diblocked dan mengizinkan proses lain masuk monitor.
e. Signal: Proses membangunkan partner-nya yang sedang diblocked dengan signal pada variabel kondisi yang sedang ditunggu partnernya.
f. Versi Hoare: Setelah signal, membangunkan proses baru agar berjalan dan menunda proses lain.
g. Versi Brinch Hansen: Setelah melakukan signal, proses segera keluar dari
monitor.Dengan memaksakan disiplin hanya satu proses pada satu saat yang
berjalan pada monitor, monitor menyediakan fasilitas mutual exclusion.
Variabel-variabel data dalam monitor hanya dapat diakses oleh satu proses pada
satu saat. Struktur data bersama dapat dilindungi dengan menempatkannya dalam
monitor. Jika data pada monitor merepresentasikan sumber daya, maka monitor
menyediakan fasilitas mutual exclusion dalam mengakses sumber daya itu.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sinkronisasi adalah proses pengaturan jalannya beberapa proses pada saat
yang bersamaan. Tujuan utama sinkronisasi adalah menghindari terjadinya
inkonsistensi data karena pengaksesan oleh beberapa proses yang berbeda
(mutualexclusion) serta untuk mengatur urutan jalannya proses-proses sehingga
dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari deadlock atau starvation.
3.2 Saran
Makalah ini dijadikan awal proses pembelajaran tentang Sinkronisasi pada Sistem Operasi, agar dikesempatan berikutnya menjadi lebih baik, baik secara pembahasan, penjelasan dan penulisannya yang belum tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Referensi :
https://docplayer.info/44890994-Bab-6-sinkronisasi-proses-latar-belakang.html
http://rahmadican.blogspot.com/2017/01/makalah-sitem-operasi-sinkronisasi.html
https://www.coursehero.com/file/61780557/SINKRONISASI-PROSESMAKALAHdocx/
http://dayatmbojo.blogspot.com/2015/09/makalah-sistem-operasi.html
§ Alamat Blog Dosen : https://syaifulahdan.wordpress.com
§ Nama Mahasiswa : Herlin Agustina